Hai semua. Apa kalian tau jika akan ada acara Sertifikat Dosen
(Serdos) untuk Dosen UIN Jakarta, wah kira-kira dosen favorit kalian masuk
kedalam bakal calon peserta ga ya?
karena dengar-dengar hanya ada 58 orang loh dan acara Serdos ini sangat
penting, kenapa sangat penting? karena dosen yang telah memiliki Sertifikat
maka dosen tersebut sudah professional pada bidang pendidikannya, wah pasti
kualitasnya sangat baik untuk dirinya dan untuk Perguruan Tinggi yang ia ajari.
Penasaran? yuk mari dibaca dan disimak.
Awal tahun 2018
Kementerian Agama melalui Diktis ( Dikrektorat Pendidikan Tinggi Islam )
kembali lagi dalam mengadakan program sertifikat dosen atau yang disingat
menjadi serdos, program ini diperuntungkan bagi dosen-dosen atau pengajar di
UIN Jakarta. Tentunya hal ini menjadi sebuah kesempatan bagi para dosen atau
pengajar untuk mengikuti program ini yang diselenggarakan oleh Diktia, pada
tahun 2018 ini sekiranya dosen atau pengajar yang sudah mendaftat sebanyak 2000
pendaftar sedangkan pada tahun lalu dosen yang sudah disertifikasi sebanyak
1500. Dalam hal ini dosen atau pengajar di UIN Jakarta berlomba-lomba untuk
memberikan hasil terbaik agar mendapatkan serdos tersebut dan persaingan untuk
mendapatkan serdos ini sangat ketat karena penguji memilii klasifikasi sendiri
dalam memberikan penilaian kepada para dosen atau pengajar yang mengikuti
program ini.
Pada acara
pembukaan sosialisasi program serdos untuk UIN Jakarta bertempat di Ruang Sidang Utama (RSU) yang dilaksanakan pada
hari Kamis, 23 Agustus 2018. Dosen atau pengajar yang mengikuti acara pembukaan
sosialisasi ini diikuti sebanyak 58 pesertas atau bakal calon peserta serdos
pada tahun ini, acara sosialisasi ini dihadiri oleh Dr. La Ode Sumarlin,
sebagai narasumber pada acara kegiatan sosialisasi.
Dr. La Ode
Sumarlin berkesempatan berbicara mengenai syarat atau tahapan-tahapan dalam mengikuti program serdos ini kepada
bakal calon peserta serdos, Pertama, tahapan menjadi bakal calon peserta. Pada
tahap ini para calon akan diseleksi melalui kelayakan mereka dalam memenuhi
syarat-syarat Serdos. Diantaranya dalam syarat-syarat Serdos, ialah jabatan
fungsional dan data dosen bersangkutan di dalam sistem Forlap Dikti. Lalu
syarat yang kedua, tahapan menjadi peserta Serdos. Pada tahap ini, seluruh
nilai pada masing-masing kriteria akan ditetapkan dan diakumulasikan atau
digabungkan. Beberapa criteria yang akan dinilai, diantaranya seperti:
penilaian persepsional, wawasan Kebangsaan dan PAK. Ketiga sedangkan persyaratan
untuk menjadi peserta pada tahapan ini, peserta diwajibkan melengkapi CV,
Pengisian Deskripsi Diri, Perhitungan Nilai konsistensi, dan penilaian
deskripsi diri oleh Asessor. Setelah itu peserta tinggal menunggu pengumuman
yang akan diumumkan oleh Dikti, siapa saja yang
lulus dan mendapatkan Sertifikat sebagai pendidik yang professional.
Dengan kemajuan
zaman dibidang teknologi maka jadwal untuk Serdos telah memiliki aplikasi yang
memuat dengan lengkap jadwal-jadwal yang harus diingat dan diikuti oleh peserta,
seperti dibawah ini merupakan jadwal lengkap Serdos:
Periode
Pendaftaran 18 Agustus – 23 Agustus 2018
Periode
Penilaian Persepsional 24 Agustus – 16 September 2018
Periode
Penentuan peserta 17 September – 30 September 2018
Periode
Pengisian deskripsi Diri 01 Oktober 2018 – 15 oktober 2018
Periode
Penilaian oleh asesor 16 Oktober 2018 – 31 oktober 2018
Kini Serdos
sudah berbeda sistem dengan Serdos pada tahun lalu, karena pelaksanaan Serdos
tidak lagi memberikan pembagian kuota jumlah dosen yang layak lulus Serdos pada
masing-masing perguruan tinggi. Hal ini berarti bahwa peserta dari satu
perguruan tinggi harus bersaing ketat dengan semua peserta yang berasal dari
perguruan tinggi keislaman se-Indonesia. Pada sistem baru ini memiliki
point-point positif maupun point negative dan itu sendiri tergantung presepsi
diri orang masing-masing.
Dosen yang layak
menjadi pengajar adalah dosen yang telah memiliki sertfikat, karena pengajar
yang sudah memiliki sertifikat dipasti kan pengajar tersebut professional tidak
abal dan tentunya terpercaya, hal ini sebanding dengan sulitnya seleksi Serdos
tersebut. Namun sayangnya persaingan dalam mengikuti Serdos ini sangatlah
ketat, apalagi Perguruan Tinggi Islam sudah begitu menjamur keberadaan nya di
Indonesia.
Jika para pembaca
ingin melanjutkan membaca artikel diatas dengan lengkap kalian dapat mengklik
link yang terdapat dibawah ini ⤵

6 comments
Menarikkkk tulisannya👍🏻👍🏻
ReplyDeleteGood da��
ReplyDeleteInfo yg menarik...
ReplyDeleteKerennn Helda..
ReplyDeleteWah keren, semoga dosen uin banyak yang dapet sertifikat. Trimakasih infonya
ReplyDeleteLike
ReplyDelete